Optimalisasi Fungsi Perpustakaan Sebagai Wahana Rekreasi Masyarakat

Optimalisasi Fungsi Perpustakaan Sebagai Wahana Rekreasi Masyarakat

Perpustakaan sebagaimana disebutkan dalam UU No 43 tahun 2007 ataupun PP No 24 tahun 2014 merupakan institusi pengelolah karya tulis, cetak, dan/atau rekam secara profesional dengan sistem baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi bagi pemustaka. Dalam pengertian tersebut dijelaskan bahwa salah satu fungsi perpustakaan adalah tempat rekreasi bagi pemustaka yaitu masyarakat di lingkungan sekitar perpustakaan. Fungsi perpustakaan sebagai wahana rekreasi menggambarkan bahwa pola pengembangan perpustakaan mengarah pada optimalisasi layanan, prodak dan fasilitas perpustakaan yang dapat memberikan rasa puas terhadap masyarakat yang memanfaatkan perpustakaan. Fungsi rekreasi pada perpustakaan dimaksudkan untuk memberikan rasa nyaman pada pemustaka saat berkunjung di perpustakaan, perasaan tersebut dapat terungkap apabila pemustaka mendapatkan pelayanan dan informasi sesuai dengan yang dibutuhkan. Dalam pengembangan perpustakaan sebagai sarana rekreasi terdapat beragam strategi yang dapat dilakukan antara lain ;

Fasilitas mini home teater, fasilitas ini diberikan pada pemustaka yang ingin menghilangkan beban pikiran dengan cara menonton film yang menarik. Pemutaran film di perpustakaan bisa menjadi strategi pemasaran perpustakaan karena dengan adanya fasilitas tersebut maka masyarakat dapat menikmati film up to date secara gratis. Strategi selanjutnya adalah dengan menyediakan ruang relaksasi, setiap pemustaka baik yang berasal dari mahasiswa, siswa ataupun masyarakat umum menginginkan ketenangan untuk menghilangkan penat selama menjalankan rutinitas pekerjaan, oleh karena itu dalam menfasilitasi pemustaka dengan ciri seperti itu maka perpustakaan dapat menyediakan ruangan santai yang dilengkapi dengan musik klasik dan buku fiksi di dalamnya.

Fasilitas ruang relaksasi dapat memberikan kenyamanan bagi pemustaka untuk beristirahat dan melupakan sejenak rutinitasnya, perpustakaan di beberapa negara maju telah menyediakan area tidur bagi pemustakanya sebagai bagian dari layanan yang disediakan bagi masyarakat yang ingin beristirahat sejenak.

Fasilitas ruang pameran, perpustakaan di era modern tidak hanya melayani masyarakat dengan menyediakan koleksi saja tetapi perpustakaan harus mengadakan kegiatan-kegiatan yang dapat menarik minat masyarakat untuk hadir ke perpustakaan. Salah satu kegiatannya adalah dengan mengadakan ruang pameran di dalam perpustakaan. Masyarakat membutuhkan hiburan untuk mengisi kekosongan waktu setelah selesai beraktifitas, oleh karena itu perpustakaan harus menangkap peluang tersebut dengan mengadakan pameran berkala setiap minggunya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap hasil seni ataupun karya unik yang merangsang minat mereka untuk datang berkunjung. Pustakawan dapat melakukan kerjasama dengan komunitas, UKM ataupun meseum dan arsip untuk memamerkan karya-karya unik yang diminati masyarakat. Fasilitas ruang pameran dapat dimanfaatkan sebagai sarana rekreasi sekaligus edukasi pemustaka terutama bagi masyarakat yang mengharapkan adanya informasi yang dapat meningkatkan motivasi dalam hal pengembangan keterampilan dan bakat.

Fasilitas workshop room, artinya perpustakaan dapat menyediakan ruangan bagi pemustaka yang ingin mempraktekkan keterampilan yang didapatkan melalui buku perpustakaan. Salah satu contohnya adalah pemustaka dapat praktek membuat origami di perpustakaan setelah mereka membaca buku tentang origami. Workshop room saat ini mulai diterapkan di perpustakaan luar negeri sebagai upaya memberikan pengetahuan sekaligus praktek secara langsung bagi masyarakat, konsep layanan tersebut sering dikenal dengan library makerspace.

Perpustakaan telah bertransformasi terutama dari sisi pelayanan, orientasi tugas perpustakaan tidak lagi berbasis pada koleksi melainkan kebutuhan masyarakat yang lebih kompleks. Perpustakaan sebagai lembaga penyedia jasa dituntut untuk selalu berinovasi dalam memberikan layanan dan prodak informasi yang berkualitas bagi masyarakat. Pengembangan layanan sangat penting dilakukan karena pola kebutuhan masyarakat terus meningkat dan selalu mengalami perubahan. Hal ini diakibatkan oleh pengaruh internet yang memberikan informasi beragam dan kemudahan akses sehingga membuat masyarakat lebih proaktif dalam memenuhi kebutuhan informasi. Selain itu internet menjadi pilihan utama masyarakat untuk mengisi waktu luang disaat selesai beraktifitas karena internet memberikan segalanya yang diinginkan. Oleh karena itu perpustakaan harus mampu menjawab tantangan dari lingkungan eksternal dengan mengoptimalkan fungsi perpustakaan sebagai tempat rekreasi bagi masyarakat yang dapat memberikan kenyamanan, keamanan, rasa tenang dan kepuasan pada masyarakat.

Sumber gambar : https://www.pinterest.com/pin/164874036330346711/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *