6 Modal Penting Membangun Perpustakaan Sekolah di Era Digital Native

Teknologi informasi mendorong terciptanya masyarakat baru yang lahir ditengah pesatnya konsumsi informasi dan penggunaan teknologi di lingkungan manusia. Digital native merupakan masyarakat generasi baru yang lahir dan tumbuh bersama perkembangan teknologi informasi. Kebutuhan masyarakat digital native terhadap informasi lebih besar dan beragam membentuk pola pikir kritis dan lebih menuntut untuk dapat memperoleh informasi yang cepat dan sesuai kebutuhan.
Masyarakat digital native perlu diberikan ruang gerak untuk mengembangkan bakat dan melatih keterampilan dalam menggunakan informasi dengan benar. Tugas dan tanggung jawab mengarahkan generasi digital native merupakan kewajiban dari orang tua dan sekolah untuk dapat melatih dan menfasilitasi generasi tersebut dengan baik sehingga kemampuan mereka dalam menggunakan informasi dapat digunakan untuk kepentingan proses pendidikan dan pembentukan karakter. Orang tua berkewajiban memberikan contoh yang baik kepada anaknya seperti mengurangi aktifitas menggunakan smartphone yang berlebihan di depan anak, selain itu orang tua harus memberikan waktu bagi anak untuk memberikan bimbingan dan pengarahan tentang penggunaan informasi yang benar. Sekolah juga memiliki tugas penting di era digital native salah satunya memberikan fasilitas dan layanan pendidikan yang tepat pada peserta didik sehingga proses pembelajaran moral dan nalar dapat berjalan secara tepat sasaran.
Perpustakaan merupakan salah satu fasilitas sekolah yang perlu pengembangan dan perbaikan dalam rangka memberikan layanan informasi berkualitas dan ruang gerak yang nyaman dalam upaya pengembangan bakat peserta didik. Perpustakaan sekolah harus menfasilitasi generasi digital native dengan memberikan informasi berkualitas dan tempat yang nyaman sehingga kebutuhan terhadap informasi dapat terpenuhi dan upaya pengembangan bakat dapat berjalan dengan baik. Dalam perbaikan dan pengembangan perpustakaan dibutuhkan komitmen dari manajemen sekolah karena dibutuhkan modal besar untuk merealisasikan terciptanya perpustakaan yang berkualitas. Beberapa modal utama dalam pengembangan perpustakaan sekolah yang dimaksud adalah sebagai berikut ;

  1. Infrastruktur, modal utama bagi sekolah dalam membangun perpustakaan adalah memiliki gedung atau ruang yang dapat digunakan sebagai perpustakaan. Infrastruktur ini harus mengikuti standar nasional perpustakaan sehingga layak digunakan untuk kegiatan peserta didik. Infrastruktur yang digunakan sebagai perpustakaan harus menjamin keamanan dan kenyamanan bagi peserta didik. Pemilihan ruang perpustakaan harus strategis sehingga peserta didik dapat dengan mudah mengakses perpustakaan selain itu dengan pemilihan lokasi yang strategis maka perpustakaan dapat dijadikan sebagai ikon sekolah dalam kegiatan promosi sekolah pada masyarakat.
  2. Anggaran, modal ini sangat penting dimiliki oleh sekolah dalam upaya pengembangan perpustakaan. Dibutuhkan komitmen pihak sekolah untuk menyediakan anggaran belanja perpustakaan sesuai amanah Undang-undang yaitu sebesar minimal 5% dari anggaran belanja sekolah yang dapat digunakan untuk pembangunan ataupun pengembangan perpustakaan seperti kegiatan pengadaan koleksi baru, pembelian rak dan meja baru, pembelian perangkat teknologi informasi, dekorasi ruangan, kegiatan pengembangan sumber daya manusia dan sebagainya.
  3. Sumber daya koleksi, modal berikutnya adalah koleksi yang disediakan oleh sekolah untuk perpustakaan harus menjamin informasi yang relevan, berkualitas dan up to date. Sumber daya koleksi sering menjadi masalah bagi sebagian perpustakaan sekolah karena kebanyakan koleksi yang dilayankan untuk peserta didik merupakan koleksi keluaran lama sehingga informasi yang disesiakan tidak sesuai kebutuhan generasi digital native. 
  4. Sumber daya manusia (pustakawan), permasalahan utama penyelenggaraan perpustakaan sekolah adalah sumber daya pustakawan dimana masih ditemukan perpustakaan sekolah yang belum memiliki pustakawan yang memiliki latar belakang pendidikan perpustakaan. Sumber daya yang satu ini sangat penting disediakan oleh pihak sekolah karena dengan adanya pustakawan maka proses pengembangan perpustakaan dapat berjalan optimal, selain itu pustakawan merupakan konseptor terciptanya inovasi-inovasi layanan baru di perpustakaan yang dibutuhkan dalam upaya menarik minat generasi digital native. Pustakawan merupakan agen penyebaran informasi di lingkungan sekolah oleh karena itu penting sekali memiliki pustakawan di perpustakaan sekolah yang dapat bertugas sebagai pengontrol penyebaran arus informasi. Pustakawan juga merupakan fasilitator yang menghubungkan peserta didik dengan buku sehingga kegiatan budaya membaca dapat berjalan optimal dan peserta didik dapat belajar untuk mendapatkan informasi yang tepat guna dari perpustakaan.
  5. Sistem informasi, modal ini diperlukan untuk memberikan kemudahan akses informasi bagi generasi digital native. Sistem informasi perpustakaan harus diperhatikan oleh setiap sekolah karena dengan adanya sebuah sistem informasi maka peserta didik maupun masyarakat luar dapat melihat serta mengakses informasi yang dimiliki oleh perpustakaan. Sistem informasi selayaknya berbasis online sehingga lebih efektif dan efisiensi karena dapat diakses dimana saja dan tidak terikat waktu. Manfaat lain dari adanya sistem informasi perpustakaan adalah memudahkan pustakawan dalam menyelesaikan kegiatan administratif seperti pengolahan koleksi, pelaporan kunjungan keanggotaan dan mempermudah pelayanan sirkulasi.
  6. Website dan media sosial, dengan adanya tuntutan informasi generasi digital native yang serba cepat dan online maka perpustakaan harus menjawab tantangan tersebut dengan menyediakan laman website serta akun media sosial perpustakaan. Website perpustakaan penting diciptakan untuk memberikan informasi mengenai kegiatan terkini di perpustakaan, jadwal pelayanan, adanya fasilitas dan layanan baru perpustakaan, informasi keanggotaan, jadwal pengembalian buku paket dan informasi lainnya. Website juga dapat digunakan sebagai publikasi layanan dan fasilitas yang dimiliki perpustakaan sehingga memberikan informasi bagi masyarakat luas tentang keunikan dan kelengkapan perpustakaan sekolah. Selain itu pembuatan akun media sosial seperti facebook, twitter, instagram juga penting dilakukan perpustakaan sebagai media komunikasi jarak jauh antara pustakawan dengan peserta didik ataupun masyarakat luar. Pustakawan harus siap berperan sebagai customer service sekolah melalui perpustakaan sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi tentang kelebihan-kelebihan perpustakaan dan sekolah melalui komunikasi dengan pustakawan.

Perpustakaan sekolah memiliki tugas berat dalam mendidik generasi baru karena perpustakaan memiliki fungsi utama untuk meningkatkan kecerdasan bangsa dan menjadi media pembelajaran sepanjang hayat bagi masyarakat. Oleh karena itu sudah seharusnya sekolah memberikan prioritasnya untuk pengembangan perpustakaan karena generasi digital native dapat tersalurkan kebutuhannya melalui perpustakaan yang memiliki informasi berkualitas dan dapat dipertanggung jawabkan. Perlu adanya komitmen kuat untuk merealisasikan modal pembangunan perpustakaan yang baik, oleh karena itu kebijakan pembangunan perpustakaan harus dirumuskan dengan matang sehingga penyiapan anggaran pembangunan perpustakaan dapat menjadi prioritas utama pihak sekolah. Kerjasama juga perlu dilakukan oleh sekolah terutama dengan pihak luar dalam upaya mendapatkan dukungan sponsorship sehingga dapat digunakan sebagai modal pembangunan fasilitas perpustakaan yang berkualitas.

Sumber gambar : https://www.pinterest.com/pin/382946774541589935/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *