Faktor Utama Kebijakan Seleksi Bahan Pustaka di Perpustakaan Sekolah

Perkembangan perpustakaan ke arah teknologi informasi mengharuskan pustakawan membenahi sistem manajemen di perpustakaan mulai dari pengembangan layanan, fasilitas dan penggunaan sistem informasi dalam upaya memperlancar aktifitas kerja dan temu kembali informasi. Dalam upaya pengembangan perpustakaan dibutuhkan berbagai kebijakan baru dari pustakawan dan pemangku kepentingan khususnya berkaitan dengan program kebijakan penggunaan koleksi di perpustakaan. Buku merupakan media dokumentasi informasi yang belum dapat digantikan dengan media lain seperti ebook. Membaca buku lebih digemari masyarakat pengguna perpustakaan karena lebih nyaman dibaca dan dapat meningkatkan kepercayaan diri para pembacanya. Koleksi masih menjadi bagian penting perpustakaan dalam mengarungi arus perkembangan teknologi dan informasi yang pesat, akan tetapi walaupun buku memiliki peranan penting dalam proses peningkatan budaya baca dan pendidikan masyarakat namun tetap diperlukan kebijakan strategis dari pustakawan terkait dengan pengadaan koleksi yang layak terpublikasi di perpustakaan.
Koleksi perpustakaan sekolah sebagian besar didominasi oleh buku paket kurikulum lama, selain itu masih ditemukan buku-buku terbitan tahun 90-an bergenre novel, pengetahuan alam dan lainnya dengan kualitas kertas yang kusam. Jumlah eksemplar buku di perpustakaan sekolah terkadang dapat mencapai ribuan eksemplar akan tetapi judul buku tidak memenuhi standar jumlah judul buku yang ditetapkan untuk perpustakaan sekolah. Dalam upaya mengatasi permasalahan tersebut maka perlu kebijakan seleksi pengadaan buku yang dilakukan pustakawan untuk mendukung proses pengembangan koleksi berkualitas bagi pemustaka. Kebijakan seleksi terhadap buku-buku yang dimiliki perpustakaan sekolah sangat penting dijalankan untuk proses peremajaan koleksi, selain itu dengan adanya kurikulum baru maka perkembangan pengadaan buku paket tentunya mengalami perubahan informasi dan pengetahuan.

Kebijakan seleksi koleksi memberikan manfaat signifikan bagi perpustakaan terutama dalam pengadaan koleksi terbaru yang sesuai dengan kurikulum dan pengembangan bakat peserta didik. Koleksi yang tidak terpakai dapat dihibahkan pada sekolah lain yang membutuhkan atau dibuatkan kebijakan pemusnahan koleksi lama. Terdapat beberapa faktor penting yang mendasari kebijakan seleksi terhadap buku-buku terbitan lama di perpustakaan, antara lain ;

  1. Kebermanfaatan koleksi berkurang
    Koleksi perpustakaan sekolah terbitan tahun 90-an sudah tidak dirasakan lagi manfaatnya bagi peserta didik karena memiliki informasi yang kadaluarsa. Buku-buku seperti novel ataupun cerita pendek terbitan tahun 90-an tidak mampu menarik perhatian masyarakat baru karena saat ini telah terbit fiksi populer dan dikemas lebih menarik sehingga mampu menggungah minat masyarakat untuk membacanya. Oleh karena itu dibutuhkan peremajaan koleksi di perpustakaan sekolah dengan cara melakukan pengadaan buku baru yang mampu menarik minat pemustaka untuk memanfaatkan koleksi perpustakaan.
  2. Perubahan kurikulum
    Koleksi perpustakaan sekolah seperti buku paket diadakan dengan mempertimbangkan kurikulum yang digunakan saat ini. Buku paket dengan kurikulum 1994 tidak lagi digunakan apabila kebijakan sekolah mengatur penggunaan kurikulum baru dan pengadaan buku paket yang mengacu pada kurikulum saat ini. Oleh karena itu buku paket dengan kurikulum lama tidak perlu lagi dipublikasi oleh perpustakaan, buku-buku tersebut cukup diinventaris dan kemudian disimpan di gudang. Pihak perpustakaan dapat membuat kebijakan memasukkan beberapa buku paket kurikulum lama sebagai koleksi deposit perpustakaan dengan tujuan memberikan fasilitas kepada guru ataupun pihak lain yang ingin melakukan pengembangan metode pembelajaran ataupun penelitian.
  3. Informasi tidak up-to-date
    Perpustakaan merupakan pusat informasi dan ilmu pengetahuan sehingga membutuhkan koleksi-koleksi baru yang lebih up-to-date. Informasi mutakhir dapat membantu proses pelayanan perpustakaan karena dengan buku-buku baru dapat digunakan untuk menarik perhatian peserta didik berkunjung ke perpustakaan. Koleksi terbitan tahun terdahulu terkadang masih dapat digunakan, akan tetapi peminatan siswa terhadap koleksi tersebut berkurang karena alasan informasi yang tidak sesuai dengan kebutuhan. Dalam memperoleh informasi up-to-date maka perlu adanya kebijakan perpustakaan terkait pengembangan koleksi yaitu dengan melakukan pembatasan minimal tahun terbit terhadap koleksi yang dipublikasikan perpustakaan, seperti koleksi yang dilayankan terbitan tahun 2010-2017. Pemenuhan koleksi baru dapat dimanfaatkan sebagai kegiatan promosi perpustakaan salah satunya dengan mempublikasikan koleksi baru perpustakaan melalui loker display atau brosur yang dibagikan kepada guru dan peserta didik.
  4. Kesehatan
    Faktor terpenting yang menjadi alasan perlu adanya seleksi terhadap koleksi di perpustakaan sekolah adalah masalah kesehatan. Koleksi terbitan terdahulu yang dilayankan perpustakaan dapat membahayakan pemustaka dan pustakawan, hal ini dikarenakan kondisi kertas sudah berubah warna menjadi coklat karena adanya jamur, dan buku tersebut juga menyimpan debu pada sela-sela halaman ataupun cover yang dapat berdampak negatif pada kesehatan pembacanya. Sobari (2004) menjelaskan bahwa jika kita membaca buku yang berdebu maka kita terekspos dengan udara berdebu selama waktu kita membaca dan ketika pustakawan mengambil buku yang berdebu di rak penyimpanan maka akan terjadi pergolakan udara yang menerbangkan partikel debu halus (< 10 mikron). Dampak kesehatan yang ditimbulkan dari debu tersebut sangat merugikan bagi kesehatan pemustaka. Indah Purwani (2014) menjelaskan partikel debu dapat merugikan kesehatan manusia karena dapat menimbulkan penyakit dari saluran pernafasan yaitu Pneumoconiosis (penyakit saluran pernafasan) maupun penyakit kulit. Pada saat kita menarik nafas, udara yang mengandung partikel debu akan terhirup kedalam paru-paru.

Perpustakaan harus dapat memberikan informasi yang berkualitas bagi pemustaka sehingga pengembangan bakat peserta didik dapat berjalan dengan baik. Selain itu perpustakaan harus memberikan kenyamanan dan perlindungan bagi pemustaka selama memanfaatkan perpustakaan. Oleh karena itu sangat penting bagi pustakawan dan pemangku kebijakan untuk membuat kebijakan seleksi terhadap pengadaan koleksi di perpustakaan. Buku sangat penting bagi peningkatan pendidikan akan tetapi kesehatan peserta didik harus menjadi prioritas utama bagi pihak sekolah, oleh karena itu sekolah harus mendukung perpustakaan dalam pengembangan fasilitas dan pelayanan di perpustakaan salah satunya dengan adanya pemutakiran koleksi perpustakaan. Hal ini dilakukan tidak hanya untuk mendukung kesuksesan program budaya baca di sekolah, akan tetapi sekolah harus melindungi peserta didik dengan memberikan rasa aman dan nyaman saat menggunakan fasilitas sekolah khususnya perpustakaan.

Sumber :

Indah Purwani, Fakta Tentang Jamur dan Debu Buku di Perpustakaan : Bahaya yang Mengancam Koleksi dan Kesehatan Pustakawan, Jurnal Visi Pustaka Vol 16 No 1 April 2014. Hal 86 – 95.

Sobari, Debu Buku di Perpustakaan : Telaah Kesehatan Kerja Pustakawan, Majalah Baca Vol 28 No 1 Juni 2004. Hal 50 – 58.

Sumber gambar :
https://www.pinterest.com/pin/826832812807347544/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *