4 Hal Penting Dalam Mendirikan Taman Bacaan Masyarakat (TBM)

4 Hal Penting Dalam Mendirikan Taman Bacaan Masyarakat (TBM)

Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan bangsa, pemerintah ataupun beberapa golongan masyarakat telah membuka diri untuk berpartisipasi membangun Taman Bacaan Masyarakat (TBM) sebagai upaya mendekatkan masyarakat dengan budaya membaca. Data dari kemendikbud menjelaskan bahwa pada kurun waktu januari sampai desember 2011 menunjukkan jumlah Taman Bacaan Masyarakat (TBM) mencapai 6.408 lembaga[1]. Data tersebut akan terus bertambah mengingat program penyebaran TBM mulai aktif di gagas oleh berbagai perpustakaan kota/daerah, selain itu muncul berbagai partisipan dari pegiat literasi untuk mendirikan TBM di berbagai daerah dengan tujuan menciptakan pemerataan distribusi buku sehingga mendorong tercapainya peningkatan baca masyarakat.
Keberadaan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat terutama dalam upaya membangun budaya baca sejak dini. TBM menawarkan kemudahan bagi masyarakat terutama anak-anak dan remaja untuk memanfaatkan informasi yang tersedia, selain itu masyarakat dapat menggunakan fasilitas TBM untuk kegiatan bermasyarakat. Pendirian TBM dapat dilakukan oleh masyarakat yang memiliki komitmen untuk menjadi bagian dari pegiat minat baca, penyelenggaraan TBM dapat dilakukan diberbagai tempat seperti rumah, balai desa, gazebo, dan sebagainya. Hal ini karena TBM merupakan sebuah kegiatan sosial yang mendorong terbentuknya masyarakat cerdas dan berbudaya dimana kegiatan tersebut tidak terbatas pada tempat. Bagi kelompok masyarakat yang tertarik mendirikan TBM maka perlu memperhatikan beberapa hal utama dalam pendirian TBM, adapun beberapa hal pokok yang perlu diperhatikan antara lain ;

  1. Kebutuhan masyarakat
    Dalam mendirikan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) harus mempertimbangkan dimana TBM di selenggarakan. Setiap daerah memiliki karakteristik yang berbeda, oleh karena itu tujuan pendirian TBM harus memperhatikan kebutuhan masyarakat disuatu wilayah, contohnya apabila TBM akan diselenggarakan di daerah dengan mata pencaharian masyarakat adalah bertani maka kebijakan yang harus diambil oleh penyelenggara TBM adalah dengan meyediakan bahan bacaan dan fasilitas yang berkaitan dengan bidang pertanian. Analisis kebutuhan masyarakat perlu dilakukan sebelum mendirikan TBM, hal ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengadaan koleksi dan fasilitas sehingga relevan dengan kebutuhan masyarakat di suatu wilayah.
  2. Donatur
    Pendirian Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dapat dijalankan dengan mengoptimalkan peran donatur yang bersedia memberikan modal untuk proses pengadaan koleksi dan pengembangan fasilitas TBM. Donatur tersebut dapat berasal dari masyarakat, organisasi maupun perusahaan yang bersedia membantu proses berjalannya TBM di suatu daerah, sedangkan bentuk donasi dapat berupa pemberian koleksi ataupun dana sukarela yang harus diatur dalam bentuk kebijakan dari pihak TBM.
  3. Kerjasama
    Pengelolah perlu melakukan kerjasama dengan beberapa pihak untuk memperlancar jalannya penyelenggaraan Taman Bacaan Masyarakat. Kerjasama pertama dapat dilakukan dengan pihak aparatur desa (perangkat desa), hal ini jelas sangat penting dilakukan karena berkaitan dengan perijinan yang diberikan oleh perwakilan desa/kelurahan terhadap aktifitas TBM yang berlangsung di daerah tersebut, selain itu kerjasama ini bertujuan mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi mengelolah dan memanfaatkan TBM dengan optimal. Kerjasama kedua dapat dilakukan dengan pihak perpustakaan daerah/kota, kerjasama ini bertujuan untuk memperkenalkan TBM kepada perwakilan pemerintah daerah sehingga TBM diharapkan dapat memperoleh bantuan dalam bentuk penganggaran, ketersediaan koleksi, pelatihan dan pengembangan TBM yang lebih baik.
  4. Program Kerja
    Taman Bacaan Masyarakat dibangun untuk kepentingan masyarakat, oleh karena itu pengelolah harus merancang program kerja yang mampu mengoptimalkan peran TBM dalam mewujudkan budaya baca sekaligus pemberdayaan masyarakat. Program kerja TBM harus berorientasi pada masyarakat sehingga seluruh kegiatan TBM dapat tersalurkan demi kepentingan masyarakat. Program kerja dapat berupa kegiatan-kegiatan kemasyarakatan sehingga diharapkan muncul kelompok masyarakat yang tergerak menjadi partisipan dalam upaya mensukseskan penyelenggaraan Taman Bacaan Masyarakat.

Sumber :
[1] http://kemdikbud.go.id/kemdikbud/dokumen/BukuRingkasanDataPendidikan/6-TBM-2011-rev.pdf. Diakses pada tanggal 8 Agustus 2017.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *