Literasi Media Sosial dan Keabstrakan Dunia Baru

Literasi Media Sosial dan Keabstrakan Dunia Baru

Masyarakat menganggap bahwa teknologi mampu membantu mereka dalam menyelesaikan rutinitas yang dihadapi setiap hari, teknologi juga mampu memberikan ruang hiburan bagi masyarakat karena didalamnya tersedia berbagai macam sarana rekreatif yang menghibur seperti game, youtube, media sosial dan sebagainya. Teknologi informasi telah mengubah karakteristik masyarakat modern dimana saat ini telah lahir generasi baru yang dikenal dengan istilah “gen y” yaitu masyarakat baru yang lahir ditengah pesatnya penggunaan teknologi informasi, sehingga generasi tersebut sudah memperoleh pengetahuan teknologi informasi sejak lahir melalui kebiasaan orang tuanya yang menggunakan media teknologi informasi. Internet menjadi salah satu prodak teknologi informasi yang memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mendapatkan informasi dari seluruh dunia. Internet menjadi dunia baru bagi masyarakat generasi modern yang digunakan sebagai wadah berinteraksi dengan dunia luar tanpa perlu bertatap muka, selain itu internet membantu masyarakat memperoleh informasi dan menyebarkannya kembali kepada masyarakat luas. Keberadaan internet memberikan dampak signifikan bagi perkembangan masyarakat, hal ini dapat dilihat dari munculnya kelompok-kelompok baru yang lahir akibar dari berkembangnya internet. Salah satu yang dapat dilihat saat ini adalah lahirnya masyarakat internet yang dikenal sebagai netizen. Masyarakat ini lahir karena adanya pemanfaatan jejaring sosial secara terus menerus oleh masyarakat modern sehingga media sosial menjadi wadah komunikasi dan bertukar informasi bagi masyarakat netizen. Masyarakat ini sangat masif dalam upaya memperoleh informasi, selain itu mereka dikenal lebih kritis dan pro aktif terhadap informasi yang disebar melalui media sosial.

Keabstrakan Dunia Baru

Media sosial telah menjadi dunia baru bagi masyarakat modern, disana segala aktifitas seperti berinteraksi, berjejaring, promosi diri, bertukar informasi dapat dilakukan dengan mudah melalui media sosial. Media sosial memberikan ruang bagi masyarakat untuk menuangkan kreatifitas dan membentuk sebuah budaya populer. Dewasa ini sering dijumpai aktifitas penyalagunaan media sosial untuk kepentingan meningkatkan popularitas dengan cara menyebarkan berita negatif yang menyerang golongan tertentu. Media sosial menjadi wadah membangun opini publik terhadap issue populer yang berkembang di masyarakat, hal tersebut dapat memancing reaksi dari netizen sehingga menimbulkan perselisihan sampai pada konflik sosial yang terjadi pada wilayah digital.

Penyebarluasan berita bohong (HOAX), ujaran kebencian dan sejenisnya digunakan sebagai senjata dalam membangun opini publik melalui media sosial, hal ini mengindikasikan bahwa dunia baru digital seperti media sosial merupakan dunia abstrak. Dunia tersebut tidak dapat disentuh secara langsung namun masyarakat dapat menggunakannya sebagai media untuk memperlancar pencapaian tujuan sesuai dengan kebutuhan yang diharapkan. Media sosial bagian dari dunia digital yang abstrak dimana didalamnya seseorang/kelompok dapat memiliki lebih dari satu identitas pribadi, keberadaan media sosial tidak membutuhkan tempat fisik karena penggunaan media sosial saat ini dapat dilakukan dimanapun dan dalam waktu kapanpun dengan bantuan piranti pintar. Informasi yang tersebar melalui media sosial berjumlah sangat banyak, selain itu informasi yang dibuat juga sangat beragam. Informasi yang tersebar dapat dengan mudah diduplikasi sehingga mengaburkan penulis yang bertanggung jawab atas informasi tersebut.

Keberadaan media sosial telah membawa polemik besar bagi masyarakat, disatu sisi dunia tersebut memberikan manfaat positif di masyarakat karena keberadaannya mampu menjadi alat menjalin komunikasi dengan pihak lain, meningkatkan pembendaharaan pertemanan, media publikasi dan promosi, media bisnis dan sebagainya. Akan tetapi disisi lain kemunculan media sosial memberikan pengaruh negatif pada masyarakat karena menimbulkan kecemasan akibat adanya konsumsi informasi berlebihan yang meresakan melalui media sosial. Media sosial sangat rentan digunakan sebagai media kriminalisasi oleh sekelompok golongan, hal ini tidak luput karena munculnya masyarakat netizen yang sangat masif terhadap media sosial, dan ditambah adanya kemudahan memodifikasi akun media sosial sehingga menguntungkan oknum untuk melakukan kejahatan.

Literasi Media Sosial

Dalam upaya mengatasi persoalan dunia digital khususnya pada lingkup media sosial maka perlu adanya dukungan pemahaman yang diberikan pada masyarakat khususnya tentang pemanfaatan media sosial secara baik yaitu dengan program literasi media sosial. Saat ini telah muncul beragam program literasi yang bertujuan mendidik masyarakat untuk membangun budaya cerdas dalam berbagai bidang. Literasi media sosial jelas berbeda dengan literasi lain, dimana pada literasi ini mengkhususkan adanya pendidikan dan sosialisasi pada masyarakat tentang perangkat media sosial yang tersebar di masyarakat. Literasi media sosial bertujuan mengajak masyarakat untuk melek terhadap media sosial, dimana saat ini telah bermunculan berbagai jenis media sosial baru dengan segala keunggulan yang ditawarkan. Melek terhadap media sosial bukan berarti masyarakat harus menggunakan semua media sosial yang ada, akan tetapi maksudnya disini adalah masyarakat harus diajak belajar memahami tentang legalitas, kualitas fitur dan informasi serta faktor keamanan yang terdapat pada masing-masing piranti media sosial. Masyarakat perlu mengenal perangkat media sosial dan cara penggunaannya secara efektif karena media sosial seperti facebook, twitter, instagram dan sebagainya memiliki manfaat besar apabila digunakan dengan baik. Literasi media sosial membangun budaya teliti pada masyarakat dalam menggunakan perangkat media sosial. Filterasi perlu dilakukan masyarakat terhadap penggunaan media sosial dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menggunakan media sosial sesuai kebutuhan sehingga meminimalisir terjadinya kecemasan yang berlebih akibat dari adanya informasi yang tersebar melalui media sosial.

Literasi media sosial merupakan salah satu opsi yang dapat digunakan oleh pemerintah dan pegiat literasi dalam mengajak masyarakat untuk menggunakan perangkat media sosial dengan benar. Masyarakat perlu belajar menerima kemajuan teknologi informasi dengan cara yang benar sehingga diharapkan masyarakat tidak dikontrol oleh teknologi yang dapat memberikan dampak buruk bagi perkembangan masa depan masyarakat. Literasi media sosial bukan kebijakan yang melarang masyarakat menggunakan media sosial akan tetapi program tersebut mengajak masyarakat melalui program sosialisasi dan pelatihan tetang peningkatan pemahaman tentang perangkat media sosial sehingga masyarakat dapat diuntungkan karena telah mengetahui tatacara menggunakan media sosial dengan bijak serta memahami perkembangan media sosial yang semakin pesat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *