Menyelamatkan “Generasi Micin” Dengan Buku

Saat ini kita pasti mendengar istilah “Generasi micin”, generasi tersebut memperlihatkan tindakan-tindakan aneh yang dilakukan anak muda melalui media sosial. Generasi micin selalu menciptakan informasi lucu namun terkadang tidak masuk akal dalam bentuk gambar meme ataupun video yang sudah diedit. Generasi micin muncul karena adanya pengaruh teknologi informasi yang tumbuh sangat pesat di masyarakat. Teknologi telah menjadi kebutuhan pokok bagi remaja Indonesia, tanpa memegang gadget seorang remaja dapat memiliki perasaan malu apabila bertemu teman-temannya. Selain itu cara mendapatkan gadget juga sangat mudah karena saat ini telah banyak beredar gadget dengan harga jual murah. Selain faktor pesatnya teknologi, keberadaan generasi micin dipengaruhi pula oleh arus informasi di internet. Informasi lahir setiap detik dan dapat dengan mudah diakses serta dikonsumsi remaja melalui gadget, hal ini berdampak negatif bagi remaja apabila mereka tidak melakukan seleksi terhadap informasi yang diperoleh melalui internet. Faktor selanjutnya yang mempengaruhi lahirnya generasi micin adalah munculnya media sosial, dimana remaja mampu berkomunikasi, berteman, menyebarkan dan memperoleh informasi melalui media sosial. Media tersebut memberikan kemudahan bagi generasi micin untuk menyebarkan informasi yang mereka anggap menarik dan absurd.

Melihat perkembangan sekarang tentunya perlu dipahami bahwa sebenarnya aktifitas membaca masyarakat mulai tumbuh, hal ini dapat dilihat dari aktifitas menggunakan gadget yang dilakukan masyarakat. Perubahan yang terjadi saat ini adalah kita lebih banyak membaca melalui gadget, aktifitas seperti melihat dan membalas chatting, akses informasi melalui browser, akses media sosial menghasilkan aktifitas membaca yang telah menjadi gaya hidup masyarakat modern. Hal ini sangat menarik karena muncul pergeseran kegiatan membaca di masyarakat karena adanya perkembangan teknologi informasi. Fenomena ini disikapi oleh Wakil ketua Humas IKAPI pusat yang mengatakan bahwa “IKAPI melihat minat baca meningkat, tetapi interaksinya sudah multimedia bukan hanya buku. Ada peningkatan minat baca tetapi berbasis daring”. (sumber : https://tirto.id/ikapi-minat-baca-meningkat-penjualan-buku-menurun-cnpA)

Minat baca masyarakat mengalami peningkatan namun aktifitas tersebut cenderung dilakukan dengan media daring, artinya bahwa masyarakat lebih aktif membaca informasi melalui internet daripada membaca buku. Membaca melalui media daring menjadi gaya hidup masyarakat khususnya generasi muda dan kebiasaan tersebut berlangsung secara signifikan setiap waktu. Peningkatan minat baca memang sangat positif, namun penggunaan media daring secara berlebih dapat menimbulkan dampak negatif pada generasi muda. Jutaan informasi yang tersebar melalui internet dapat menimbulkan kegelisahan, kebingungan dan perasaan takut apabila generasi muda tidak mampu melakukan proses manajemen informasi secara baik.

 

Buku Sebagai Penolong

Generasi micin perlu diselamatkan dan diajak kembali menjadi generasi muda harapan bangsa, salah satunya adalah dengan mengajak mereka untuk lebih peduli terhadap buku. Keberadaan buku mulai dilupakan karena masyarakat cenderung lebih masif terhadap media daring, mereka lebih antusias membaca informasi melalui internet karena dikemas lebih sederhana, bahasa menarik, mudah dipahami dan up to date. Aktifitas masyarakat melalui media daring jelas sangat mengkhawatirkan karena dapat memberikan tantangan berat bagi pemerintah dalam mencapai program budaya baca melalui gerakan membaca buku. Generasi muda saat ini harus diselamatkan dari aktifitas daring yang berlebihan, beberapa cara dapat dilakukan untuk menyelamatkan generasi muda yaitu dengan menciptakan ruang kebebasan bagi generasi muda untuk berkarya sehingga cara tersebut dapat memperbanyak penulis yang mampu menghasilkan karya menarik yang inspiratif, kreatif dan inovatif. Selain itu penulis perlu diberikan kemudahan publikasi sehingga mereka mendapatkan penghargaan terhadap hasil karya yang telah dihasilkannya. Distribusi buku perlu ditambah sehingga pemerataan terhadap sebaran buku disetiap daerah dapat terpenuhi, selain itu pemerintah perlu mendorong perpustakaan untuk menghasilkan program kerja berbasis kebermanfaatan terhadap koleksi sehingga masyarakat dapat lebih peduli terhadap buku.

Buku adalah penolong bagi generasi muda yang diselimuti jutaan informasi di internet. Buku sangat bermanfaat sebagai penetralisir karena didalamnya termuat ilmu pengetahuan yang relevan, valid dan dapat dipertanggung jawabkan. Remaja perlu didorong untuk menyukai buku dan mengajak mereka untuk lebih sering aktif membaca buku daripada media daring. Peran orang tua, saudara dan pihak-pihak terkait dibutuhkan untuk mengajak generasi muda lebih peduli terhadap buku. Gerakan masif membaca buku perlu di viralkan melalui media sosial sehingga memberikan informasi pada generasi muda terhadap pentingnya buku bagi masa depan mereka. Banyak sekali jenis buku yang menarik karena buku merupakan media belajar dan hiburan yang tidak kalah menarik dari internet. Buku menciptakan ruang cipta, ruang imajinasi dan menggerakkan pikiran untuk menghasilkan ide serta gagasan bagi pembacanya, oleh karena itu sangat besar sekali manfaat membaca buku bagi generasi muda.

Internet memang memberikan keleluasaan bagi masyarakat untuk memperoleh informasi, akan tetapi keberadaan internet harus dimanfaatkan dengan baik dan tidak berlebihan. Teknologi informasi merupakan media yang perlu kita kuasai guna mendapatkan manfaat positif dari pemakaiannya seperti sebagai media hiburan, alat komunikasi dan akses informasi sesuai kebutuhan. Penggunaan teknologi informasi secara berlebihan akan membuat kita dikuasai oleh media, hal ini jelas berdampak negatif karena kita akan dipaksa lebih konsumtif terhadap informasi dan membuat kita jauh lebih peduli pada media daring daripada kehidupan sosial yang ada di lingkungan sekitar. Oleh karena itu kita perlu mengajak diri sendiri dan masyarakat untuk lebih peduli pada pola pikir kita, salah satu hal yang dapat dilakukan adalah dengan membaca buku. Kita dapat membeli buku yang diinginkan melalui toko buku, atau jika kita menginginkan ruang nyaman untuk membaca maka perpustakaan menjadi pilihan tepat. Membaca merupakan suatu kebiasaan oleh karena itu kita harus pandai menentukan kebiasaan mana yang memberikan nilai positif, dan buku menjadi salah satu pilihan terbaik untuk selalu dibaca karena buku memiliki manfaat positif bagi pembaca dan penulisnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *