Model Komunikasi Pustakawan di Era Modern

Model Komunikasi Pustakawan di Era Modern

Perpustakaan telah mengalami perkembangan karena adanya tuntutan masyarakat terhadap informasi yang semakin tinggi dan pengaruh teknologi yang terus berjalan pesat. Perpustakaan memiliki modal dasar dalam menghadapi tantangan perkembangan yang telah muncul di depan mata karena lembaga ini memiliki prodak informasi yang valid, unggul dalam memberikan kenyamanan berupa layanan dan fasilitas, serta adanya tenaga profesional yang kompeten memberikan solusi terhadap kebutuhan masyarakat. Tenaga profesional seperti yang dimaksud diatas adalah mereka yang memiliki keterampilan mengelola informasi secara baik hingga dapat dikonsumsi kembali oleh masyarakat. Kegiatan semacam itu mampu dilakukan oleh seorang pustakawan, hal ini karena profesi tersebut telah dibekali pendidikan tentang pengelolaan informasi sesuai standarisasi yang baku dengan tujuan mempermudah temu kembali informasi, selain itu mereka juga dibekali dengan keterampilan analisis yang baik tentang prodak-prodak perpustakaan yang berguna dan bernilai bagi masyarakat.

Pada era sekarang ini pustakawan tidak hanya dituntut untuk terampil mengelola informasi dan memanajemen sebuah perpustakaan, namun sebagai profesional yang bekerja di lembaga penyedia jasa maka pustakawan perlu berperan sebagai seorang marketer yang mampu menarik minat masyarakat sebanyak-banyaknya untuk datang ke perpustakaan dan menjaga kepuasan mereka supaya tidak beralih ke pihak lain. Di era modern seperti saat ini maka pustakawan wajib memiliki modal komunikasi yang baik dan berdampak positif bagi lembaga yang menaunginya. Oleh karena itu Pustakawan harus mampu mempelajari dan mengimplementasi konsep komunikasi persuasif yang biasanya digunakan oleh perusahaan untuk menarik minat konsumen melalui perantara sales yang telah dilatih untuk melakukan komunikasi persuasif dengan baik. Menurut Atep (2003;70) komunikasi persuasif adalah komunikasi yang dilakukan sebagai ajakan atau bujukan agar mau bertindak sesuai dengan keinginan komunikator. Dalam konteks perpustakaan, komunikator yang dimaksud adalah pustakawan sehingga guna mendukung terciptanya layanan prima dan meningkatkan jumlah pengguna aktif perpustakaan maka pustakawan wajib untuk mampu menggunakan komunikasi persuasif dan bersedia berdiri di garda depan untuk menarik minat masyarakat berkunjung ke perpustakaan.



Keterampilan berkomunikasi secara persuasif memang harus dimiliki oleh pustakawan karena mereka memiliki beberapa keunggulan yang menjadi kunci keberhasilan aktifitas pemasaran perpustakaan yaitu (1) memahami secara detail tentang prodak informasi perpustakaan; (2) memahami alur kerja pelayanan perpustakaan; (3) memahami arah dari tujuan yang ingin dicapai perpustakaan; (4) memiliki keterampilan dibidang kepustakawanan; (5) memahami kebutuhan pengguna perpustakaan; (6) bertanggung jawab terhadap kinerja perpustakaan; dan (7) memiliki visi yang relevan terhadap kemajuan perpustakaan.

Tugas seorang pustakawan memang terus bertambah di era modern seperti saat ini, dimana keterampilan dasar mengelola perpustakaan harus diimbangi dengan keterampilan penunjang yang bermanfaat bagi dirinya sendiri dan bagi institusi. Komunikasi persuasif menjadi salah satu keterampilan yang harus dimiliki pustakawan di era modern. Keterampilan ini memiliki dampak positif bagi perpustakaan karena apabila pustakawan mampu menjalankan perannya sebagai komunikator dengan baik maka masyarakat dapat tertarik datang ke perpustakaan dan memanfaatkan layanan dan fasilitas yang diberikan perpustakaan. Untuk mencapai keberhasilan sebagai seorang komunikator maka pustakawan harus mampu berbicara seakan memberikan motivasi kepada masyarakat bahwa perpustakaan memiliki sesuatu yang sangat penting bagi keberhasilan karir di masa depan. Pustakawan harus mampu menyajikan informasi yang menarik, up to date, relevan dan ditambah dengan penggunaan gaya bahasa yang tepat sehingga masyarakat tergugah untuk datang ke perpustakaan. Selain itu untuk menunjang kesuksesan sebagai seorang komunikator maka pustakawan harus wajib berpenampilan menarik, rapi dan harus meyakinkan sehingga berpotensi menghadirkan rasa penasaran masyarakat terhadap profesi pustakawan.

Kesuksesan perpustakaan hadir dari munculnya kemauan pustakawan untuk menciptakan sebuah inovasi dan berkomunikasi secara langsung dengan masyarakat. Informasi yang berkualitas ditunjang dengan adanya pelayanan prima akan termanfaatkan jika pustakawan mau untuk terjun langsung ke masyarakat dan menyampaikan keunggulan dari program perpustakaan. Di era globalisasi seperti sekarang banyak lembaga ataupun perusahaan yang berlomba mendesain konsep komunikasi yang menarik di mata masyarakat, oleh karena itu pustakawan sebagai motor penggerak perpustakaan jangan hanya sekedar duduk di belakang namun sudah saatnya menarik diri dan berdiri pada garis depan sebagai profesional yang siap bersaing dan beradu gagasan dengan kompetitor lain.

 

Sumber :
Atep Adya Barata, Dasar-Dasar Pelayanan prima, Jakarta: Elex Media Komputindo, 2003.

Sumber gambar :
https://www.maxmanroe.com/berkenalan-dengan-7-tipe-digital-marketer.html

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *