Top Ten Librarian Skill on Industrial Revolution Era 4.0

Top Ten Librarian Skill on Industrial Revolution Era 4.0

Era revolusi industri terus mengalami perkembangan signifikan hingga akhirnya sampai pada dimana era tersebut memasuki babak baru yang bersimbol 4.0. Era ini berkembang seiring dengan pesatnya transformasi teknologi dan besarnya intensitas penggunaan internet di lingkungan masyarakat maupun industrial.

Kehadiran revolusi industri 4.0 telah mempengaruhi sektor lain seperti institusi/lembaga penyedia jasa informasi yang tidak lain adalah perpustakaan. Perkembangan terbaru menunjukkan jika perpustakaan juga telah bertransformasi dari 3.0 menjadi 4.0 mengikuti perkembangan era saat ini. Sebuah transisi yang begitu cepat mengingat library 3.0 secara perlahan baru diimplementasi di perpustakaan-perpustakaan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Perubahan yang cepat ini juga berpengaruh pada pustakawan karena dengan perkembangan tersebut membuat pustakawan perlu menyesuaikan diri terhadap tuntutan dan juga tantangan yang muncul dari era revolusi industri 4.0.

Pustakawan tidak perlu risau terhadap perkembangan yang terjadi akibat dari adanya revolusi indistru 4.0, karena bagaimanapun juga perpustakaan akan tetap mengalami perkembangan mengikuti periode jaman yang terus mengalami perubahan. Hal ini sesuai dengan hukum Ranganathan yang menyebutkan jika perpustakaan merupakan lembaga organisasi yang berkembang. Oleh karena itu pustakawan harus bersiap mengasah keterampilan secara simultan dan berkelanjutan sehingga dapat berguna bagi proses pengembangan perpustakaan.

Dalam menghadapi revolusi industri 4.0 tentunya pustakawan perlu membawa bekal utama berupa keterampilan yang nantinya dapat diterapkan apabila perpustakaan mengalami transisi akibat dari penyesuaian dengan revolusi industri 4.0. Lalu keterampilan seperti apa ?

Revolusi industri 4.0 sendiri lahir karena adanya perkembangan internet yang sangat pesat, sebaran informasi dan data yang jumlahnya jutaan dan pertumbuhan teknologi yang cepat berubah. Oleh karena itu pengembangan keterampilan pustakawan pada era ini perlu menitikberatkan pada kemampuan menggunakan internet (literasi internet), kemampuan mengelolah informasi dan data untuk dikemas menjadi suatu produk jasa yang memiliki nilai jual. Laura Montgomery menjelaskan jika ada beberapa keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang pustakawan dimasa depan, walaupun pada dasarnya keterampilan yang dimaksudkan untuk lingkup pustakawan level perguruan tinggi namun secara garis besar keterampilan tersebut dapat mengakomodasi pustakawan secara umum, adapun keterampilan tersebut diantaranya;

Change Management
Pustakawan harus mampu menjadi leader of change bagi perpustakaan yang dikelolah, salah satu yang krusial adalah dengan membuat kebijakan-kebijakan strategis yang tepat disesuaikan dengan Pendidikan tinggi adalah sektor ya sehingga dapat menjamin lembaga untuk bersaing dan konsisten ditengah perkembangan era yang terus berubah.

Proving Value
Pustakawan harus memiliki kontribusi dalam peningkatan nilai jual perpustakaan yaitu dengan adanya program-program yang berfokus pada peran perpustakaan dalam mendorong prestasi pemustaka baik dari segi akademis ataupun kesejahteraan sosial.

Influencing and Negotiations
Pustakawan harus memiliki kemampuan untuk mempengaruhi dan bernegosiasi baik dalam lingkup internal institusi maupun eksternal.

Creativity and Innovation
Kreatifitas dan inovatif tentunya menjadi modal berharga bagi pustakawan dalam menghadapi arus perubahan yang terjadi saat ini. Keterampilan ini akan sangat berguna untuk menciptakan peluang dengan mengembangkan konsep layanan/fasilitas baru yang menarik.

Supporting Research
Pustakawan harus memberikan dukungan terhadap kegiatan penelitian seperti memberikan informasi pendukung penelitian dalam bentuk referensi buku, menyediakan research room sehingga para peneliti dapat dengan nyaman mengerjakan penelitian ataupun keikutsertaan pustakawan dalam kegiatan penelitian secara langsung.

Digital Literacy
Keterampilan ini mengharuskan pustakawan untuk melek terhadap media digital beserta pemahaman terhadap konten digital yang saat ini terus diakses oleh masyarakat. Digital Literacy sangat penting dipelajari oleh pustakawan karena manfaat yang dihasilkan dapat dimaksimalkan untuk membangun branding serta meningkatkan aktifitas penyebaran informasi dapat dipertanggungjawabkan melalui media digital. Pemahaman terhadap literasi digital akan meningkatkan wawasan pustakawan terhadap teknologi informasi sehingga keterampilan ini akan sangat menguntungkan bagi pustakawan yang ingin meningkatkan kompetensinya.

Marketing
Tugas pustakawan ke depan akan terus mengalami pengembangan karena kontribusi pustakawan selalu diharuskan memberikan manfaat yang besar bagi kinerja perpustakaan. Oleh karena itu dibutuhkan keterampilan marketing karena pustakawan memiliki kewajiban untuk memasarkan prodak informasi perpustakaan, selain itu dengan pengetahuan yang mendalam tentang perpustakaan maka menjadi kewajiban pustakawan untuk mempromosikan pentingnya penggunaan perpustakaan bagi masyarakat.

Digital Information Management
Pustakawan harus mampu melakukan majamenen informasi digital yang saat ini tersebar sangat tidak beraturan. Keterampilan ini dapat meliputi manajemen hak, kurasi, pelestarian, komunikasi dan penyebaran informasi digital.

Developing and Managing Space
Desain perpustakaan di masa depan akan terus mengalami pengembangan fungsi sehingga membutuhkan kecerdasan pustakawan untuk mengelolah sekaligus mengembangkan fasilitas dan layanan perpustakaan. Untuk itu pustakawan harus mampu membuat kebijakan terhadap pengembangan ruang perpustakaan yang mengacu pada kontribusi perpustakaan terhadap peningkatan kecerdasan masyarakat.

Collaboration
Kolaborasi yang dimaksud adalah membangun kerjasama dan jaringan baik dalam lingkup internal maupun eksternal perpustakaan. Hal ini penting mengingat pustakawan membutuhkan pengetahuan baru terhadap kondisi yang terjadi diluar bidang perpustakaan, selain itu membangun jejaring akan sangat bermanfaat untuk pengembangan sumber daya yang dimiliki perpustakaan. Kolaborasi disini juga mendukung pustakawan untuk aktif dalam kegiatan penelitian dan pengabdian pada masyarakat yang dapat bekerjasama dengan pihak akademisi ataupun praktisi lainnya.

Keterampilan diatas merupakan pelengkap terhadap keterampilan lain yang sudah dimiliki oleh pustakawan, hal ini dikarenakan pustakawan adalah profesi yang terus berkembang secara wawasan pengetahuan dan dengan adanya tuntutan terhadap evolusi perpustakaan yang berjalan cepat membuat pustakawan harus berlomba untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensinya. Masih ada banyak keterampilan lain yang dapat dipelajari oleh pustakawan, dan seiring perkembangan jaman yang cepat maka bukan tidak mungkin akan ada tuntutan baru bagi pustakawan untuk meningkatkan kompentesi lain selain keterampilan yang dijelaskan diatas.

Sumber:
Laura Montgomery. 10 Skill Librarian Need for the Future: Indentifying and Exploring Future Trends Impacting on Academic Libraries. Diakses dalam https://librarianresources.taylorandfrancis.com/10-skills-librarians-need-for-the-future/. Pada tanggal 14 Agustus 2018.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *