Menjadi Millenial yang Literate atau Budak Digital

Menjadi Millenial yang Literate atau Budak Digital

Millenials Menjadi Topik yang cukup hangat dikalangan masyarakat saat ini mulai dari segi pendidikan, teknologi maupun moral dan budaya. Generasi Millenial ini yaitu orang yang lahir pada kisaran 1980-2000an. Millenials sendiri dianggap spesial karena generasi ini sangat berbeda dengan generasi sebelumnya , apalagi dalam hal berkaitan dengan teknologi. Generasi ini memiliki cirri khas tersendiri yaitu mereka lahir pada saat TV berwarna, Handphone juga internet sudah diperkenalkan sehingga generasi ini sangat mahir dalam teknologi . di Indonesia sendiri dari jumlah 255 juta penduduk yang telah tercatat, terdapat 81 juta merupakan generasi millennial atau berusia 17-37 tahun .Hal ini berarti Indonesia memiliki banyak kesempatan untuk membangun negaranya.

Saya melihat banyak usaha yang telah dilakukan pemerintah, sekolah, organisasi atau pegiat ( aktivis ) untuk mengajak masyarakat agar semakin sadar dan mampu menumbuhkan rasa minat baca pada diri seseorang termasuk dalam generasi millenial saat ini. Bahkan Indonesia negara terburuk kedua dalam soal keliterasian satu tingkat berada bawah Thailand dan atas Botswana. Namun justru malah sebaliknya. Kemanakah mereka pergi? Apakah mereka bersembunyi? Sungguh tidak, jika kita melihat ke dunia sosial media, mereka lebih tertarik dengan eksistensi mereka didunia media seperti facebook, instagram, twiter, dan lain-lain, generasi Millenial ini malah sangat mendominasi jika dibandingkan dengan generasi X. Dengan kemampuannya di dunia teknologi dan sarana yang ada, generasi ini belum banyak yang sadar akan kesempatan dan peluang di depan mereka .

Padahal pesatnya teknologi banyak sekali mengandung kadar informasi. seperti istilah “ Satu klik , seakan-akan mengelilingi dunia “ tepat tersemat dijari-jari masa kini. Hal terpenting yang harus dilakukan oleh generasi ini seharusnya adalah menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran diri akan pentingnya membaca. Karena hal ini akan dapat membawa perubahan yang sangat besar untuk membangun dan meningkatkan dan menjajarkan bangsa kita dengan bangsa lain bahwa generasi millennial ini bukanlah membawa dampak negatif namun justru sebaliknya.

Bahkan eksistensi perpustakaan di era reformasi ini semakin lama semakin berkembang pesat bahkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ( Kementerian PANRB ) dan Perpustakaan Nasional memperkuat sinergi untuk mewujudkan perpustakaan zaman now .yang di sertai dengan fasilitas-fasilitas yang memadahi, Ini diharapkan mampu melayani masyarakat sesuai tuntutan dan kebutuhan saat ini, lewat perpustakaan ini ia menyebutkan dan berkomitmen memperkuat bahan pustaka yang bersumber dari konten lokal. dan disini seharusnya generasi millennial lah yang mampu mempromosikan sebuah perpustakaan dan menumbuhkan kesadaran untuk tumbuh minat baca baik dalam bentuk format cetak maupun non cetak . Karena dengan semakin berkembangnya teknologi sekarang generasi millennial akan selalu mengikuti perubahan tersebut.

Semenjak adanya inovasi internet, buku saat ini memiliki saingan berat dari dunia elektronik. Dan disinilah perlu adanya keseimbangan yang tertata supaya buku tidak tergeser dengan adanya perubahan tersebut dan justru menjadi pendukung atau alasan yang menjadikan motivasi atau mampu meningkatkan minat baca seseorang. Di dalam proses meningkatkan minat baca seseorang perlu di sertai dengan pembinaan serta usaha yang efektif guna mampu membantu proses tersebut seperti : Merencanakan program penumbuhan, Pengembangan minat baca Baik di lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat. Karena dengan meningkatnya minat baca dan perubahan perpustakaan yang semakin modern akan semakin mampu meningkatkan kesadaran diri akan pentingnya membaca.

Sumber gambar: literaryyard.com

One comment on “Menjadi Millenial yang Literate atau Budak Digital
  1. ari_agung berkata:

    Mungkin dari sinilah kita sebagai poros utama penggerak literasi harus mempunyai inovasi supaya generasi milenial tidak terjebak pada dunia digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *