Perpustakaan Untuk Anak

Fungsi utama perpustakaan adalah untuk meningkatkan minat baca atau pemustaka termasuk anak-anak. Namun bagaimana jika anak-anak baru mendengar kata perpustakaan saja sudah bosan! Kita harus bisa meningkatkan atau paling tidak menumbuhkan minat baca anak – anak sedangkan menumbuhkan minat baca anak tidak semudah yang kita bayangkan, tidak cukup dengan membeli buku dan memberikannya pada anak dan mereka akan membacanya.

Salah satu faktor untuk mendorong minat baca anak adalah ketertarikan, sedangkan dapat kita lihat bahwa anak – anak melihat buku – buku terkadang sudah bosan dahulu sehingga sebagai pustakawan atau perpustakaan kita harus pandai dalam mengatur perpustakaan yang nyaman untuk anak.misalnya anak-anak lebih tertarik pada buku – buku yang tidak polos atau buku yang terdapat gambar dan warna-warna yang menarik untuk anak. Perpustakaan yang ramah pada anak akan membuat anak-anak lebih betah dan tertarik untuk berada lama di perpustakaan, seperti tempat khusus untuk anak sehingga mereka bias mengekspresikan diri mereka dengan bebas tanpa terganggu oleh teguran-teguran yang mereka dapat. Mereka dapat membaca dan melakukan yang mereka senangi. Perpustakaan juga dapat menggunakan sarana teknologi informasi dan komunikasi sebagai bahan menarik minat anak-anak untuk datang ke perpustakaan. Namun hal ini bisa menjadi kelemahan bagi bahan bacaan perpustakaan karena terkadang banyak anak yang lebih menyenangi menggunakan fasilitas komputer tersebut pada perpustakaan, kebanyakan pada kisaran usia 8 tahun atau lebih. Mereka lebih menyukai membuka youtube atau portal online lainnya daripada membaca bahan bacaan buku, sedangkan seperti yang kita ketahui bahwa pada situs-situs tersebut dapat tiba-tiba muncul hal-hal yang belum pantas mereka lihat sehingga akan lebih baik jika pustakawan dapat mengawasi berbagai hal yang dilakukan pemustaka terutama anak-anak.

Perpustakaan harus bisa lebih menarik anak-anak untuk membaca karena dengan membaca dapat membentuk karakter pada anak, jika seorang anak setiap harinya membaca buku-buku dengan bacaan yang positif maka akan dapat membentuk kepribadian anak tersebut secara langsung maupun tidak langsung. Jika perpustakaan mampu menarik maka dapat meningkatkan minat baca pada anak-anak karena waktu terbaik untuk membiasakan anak-anak bergaul dengan buku adalah pada masa usia dini. Namun jika hanya perpustakaan yang berbenah diri untuk menjadikan perpustakaannya ramah anak dan tidak adanya dukungan dari orang tua dan keterlibatan sekolah maka akan sulit dan percuma. Orang tua dan sekolah sebaiknya memberikan perhatian yang lebih terhadap minat baca anak, karena dengan minat baca yang terus meningkat maka dari segi psikologis anak seperti kepercayaan diri, motivasi diri, dan kebahagian diri anak. Sehingga sangatlah penting membuat perpustakaan yang ramah pada anak, yang hal ini merupakan tantangan untuk perpustakaan dan para pustakawan agar tidak hanya memperhatikan pemustaka pada golongan pemustaka dewasa atau remaja namun juga harus bias memperhatikan pemustaka pada golongan usia ank-anak. Bagaimana meningkatkan kenyamanan serta meningkatkan minat baca seorang anak melalui perpustakaan yang ia urus. Pustakawan harus mampu berfikir kreatif dan aktif agar perpustakaannya dapat membantu meningkatkan minat baca masyarakat terutama dalam hal anak-anak karena awal dari kegemaran membaca adalah kebiasaan membaca. Dengan tercakupnya semua kalangan usia bahan bacaan atau semua fasilitas di perpustakaan dapat dimanfaatkan dengan sepenuhnya oleh pemustaka dan tidak hanya dijadikan pajangan saja tanpa dapat dimanfaatkan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *