Menambah Wawasan dengan Membaca

MENAMBAH WAWASAN DENGAN MEMBACA
Buku adalah jendela dunia. Banyak orang yang berilmu membagi ilmunya dengan menulis buku. dengan membaca karya tulis mereka kita bisa lebih mengetahui informasi dari sudut pandang mereka . Semakin banyak kita membaca buku kita akan semakin tahu ilmu yang dibagikan penulis tersebut. Manfaat membaca sangatlah banyak antara lain menghilangkan kebodohan dan menambah wawasan. Dengan membaca kita akan memperoleh pengetahuan baru atau hal-hal baru di sekitar kita
Buku juga merupakan sumber informasi dan ilmu pengetahuan. Dan kita telah mengenalnya sejak kecil, tentu saja kita familiar dengan buku siapa yang tidak tahu tentang buku?. Tetapi saat ini buku dianggap hal yang membosankan karena sering kali kita jumpai buku yang sangat tebal dan hanya berisi tulisan tanpa gambar atau hal-hal yang dapat menarik perhatian, tentu ini di karenakan gadget dan internet telah perkembangan ditengah masyarakat, budaya membaca tergantikan dengan sosial media dan game.
Membaca buku dapat membuka dunia. Kita bisa menjelajah dunia dengan banyak membaca buku. Oleh karena itu buku disebut jendela dunia yang mana seluruh informasi-informasi dunia telah terangkum menjadi satu didalam sebuah buku. Kita akan mendapat banyak pengetahuan baru dari tokoh-tokoh dunia perjalan hidup mereka banyak menginspirasi dunia.
Tentu kita bertanya Apakah budaya membaca hanya sebatas buku?, Tentu saja tidak, banyak sumber informasi lain yang bisa kita nikmati dengan membaca misalnya, surat kabar, majalah, artikel dari internet dll. Kehadiran surat kabar yang terbit setiap minggunya juga sangat membantu karna kita bisa mengikuti berita perkembangan yang aktual baik dalam negri maupun luar negri. Dengan perkembangannya zaman alat elektronik pun menjadi bahan untuk membaca seperti Handphone, laptop, dan tablet dengan cara mendownload aplikasi e-book yang memudahkan kita untuk membaca kapanpun dan dimanapun kita berada.
Kurangnya sosialisasi terhadap bahan bacaan atau buku juga menjadi salah satu faktor utama terhadap minimnya minat baca. dimasa ini kebanyakan dari masyarakat enggan mengeluarkan uang mereka untuk sekedar membeli buku. Jauhnya akses ke perpusatakaan atau toko buku juga sedikit banyak menjadi penghalang bagi mereka untuk menikmati membaca buku. Kebanyakan dari mereka datang ke toko buku atau ke perpustakaan hanya untuk mencari bahan tugas. Maka dari itu pentingnya peran pemerintah dalam pengembangan terhadap minat baca khususnya untuk generasi muda perlu lebih kita perhatikan. Seperti di Negara norwegia yang memiliki minat baca sebesar 100% hal ini di tunjang dengan tingkat investasi tertinggi di dunia pendidikan, terbukti sebanyak 841 perpustakaan yang dapat kita temui di negara ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *