Peran perpustakaan dalam masyarakat dan membangun minat baca

Dalam era pembangunan serta kemajuan teknologi saat ini peran perpustakaan dan informasi semakin dirasakan oleh masayrakat sebagai sumber informasi pembangunan maupun sarana belajar dan mengajar untuk meningkatkan kecerdasan dan keterampilan. Perpustakaan juga berperan sebagai lembaga pendidikan nonformal yang dapat memberi kesempatan pendidikan sepanjang hayat. Perpustakaan sebagai suatu lembaga layanan informasi mempunyai arti penting dalam upaya penyebaran informasi seluasnya dengan memberikan saranan pendidikan nonformal demi meningkatkan pengetahuan individu yang memerlukan untuk melayani kebutuhan para pemakai, perpustakaan juga dituntut untuk menyediakan bahan pustaka yang sesuai dengan minat dan kebutuhan. Di mulai dari penataan yang menarik dan memikat perhatian masyarakat dengan cara merangsang perhatian serta menyediakan koleksi-koleksi yang menarik dengan sikap yang baik sopan dan ramah tamah dari pustakawan serta menjelaskan tentang sarana sarana yang ada dan fasilitas yang dimiliki perpustakaan. Itu langkah untuk memperkenalkan perpustakaan kepada masyarakat.

Buku sebagai salah satu perangkat komunikasi masa yang merupakan suatu hal yang sangat penting dalam memacu minat baca masyarakat. Membaca merpuakan suatu kegiatan paling dasar dalam pendidikandan merupakan salah satu keterampilan serta kebiasaan yang paling penting dalam kehidupan sehari hari. Melalaui membaca masyarakat akan menemukan ide-ide baru,menambah ilmu pengetahuan serta mendapakan informasi sehingga wawasan masyarakat semakin luas. Namun perlu kita ketahui bahwa minat baca di masyarakat indonesia khususnya bagi anak-anak bangsa yang ada di indonesia dikatan relatif masih rendah  mereka lebih senang mencari hiburan dengan cara melihat tv, warnet, main hp,jalan-jalan ke mall, main play station atau hiburan lainya dari pada membaca di perpustakaan. Kemampuan membaca merupakan salah satu aspek penting untuk menuji wawasan penguasan ilmu pengetahuan. Namun bagaimanapun membaca itu harus di sertai dengan hasrat atau minat baca. Minat baca itu akan timbul jika ada keingintahuan yang kuat pada diri seseorang untuk melakukannya. Untuk mencari akar-akarnya tidakkah sulit karena sering berdiskusi antara lain masih kurangnya budaya dengar dan budaya lisan, kondisi sosial ekonimi masyarakat juga belom menunjang minat baca dan daya beli masyarakat yang masih rendah. Serta kemajuan teknologi komunikasi terutama itu media eletronik akan menjadi dampak buruk untuk pembinaan minat baca.

Rendahnya minat baca anak-anak menjadikan kebiasaan membaca yang rendah, itulah yang terjadi pada masyarakat indonesia sekarang ini. Minat baca bukan sesuatu yang lahir begitu saja pada diri seseorang tetapi minat baca itu harus di pupuk dan di bina sejak dini. Anak-anak yang belajar membaca belumlah terbina minat bacanya. Mereka baru memulai memiliki keterampilan untuk membaca. Keinginan dan perilaku seseorang merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pengembangan suatu kebiasaan yang tumbuh dari hari ke hari, bulan ke bulan,tahun ke tahun. Perilaku senang membaca itu merupakan hasil dari pembentukan kebiasaan yang akan terwujud melalui pembinaan lama. Pembinaan niat baca ini bertujuan untuk mengembangkan minat dan selera dalam membaca. Pembinaan minat baca merupakan prosea yang berkelanjutan untuk membantu individu agar minat bacanya berkembang. Dengan demikian tujuan umum pembinaan minat baca yaitu mengembangkan minat baca dan tujuan khusus yang dalam pencapaianya perlu kerja sama dengan berbagai pihak yang terkait. Pada dasarnya pembinaan minat baca ada tiga fungsi yaitu sebagai sumber kegiatan, pedoman pelakasanaan,dan memberikan motifasi agar keberhasilan menunjukan pengembangan minat baca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *