Mengenal Actual User dan Potential User Dalam Dunia Perpustakaan

Mengenal Actual User dan Potential User Dalam Dunia Perpustakaan

Seorang pengguna layaknya konsumen yang memiliki hak istimewa untuk mendapat kebutuhan yang dicari dan diinginkan. Mereka harus dan wajib mendapatkan pelayanan terbaik supaya menumbuhkan kepuasan pelanggan sehingga mereka kelak akan datang kembali serta menceritakan hal positif tentang pelayanan, fasilitas serta produk dari sebuah perusahaan/institusi kepada orang lain dengan rasa bangga. Dalam konteks ekonomi, seorang pelanggan/konsumen adalah raja. Pelanggan harus dilayani dengan baik, ditawarkan produk yang menarik dan dibantu dalam proses menentukan produk yang diminati supaya mereka merasa diperhatikan oleh produsen.

Konsep pelanggan diatas juga berlaku untuk lembaga yang bergerak dibidang jasa lainnya seperti perpustakaan. Pelanggan/konsumen dalam dunia perpustakaan dikenal dengan istilah pengguna atau istilah terbaru disebut pemustaka. Mereka hadir dengan karakteristik dan kebutuhan yang berbeda-beda, hal ini terjadi karena level masyarakat yang akan dilayani oleh perpustakaan juga memiliki kategori yang berbeda satu dengan lainnya. Satu misal perpustakaan perguruan tinggi dibangun untuk melayani masyarakat akademisi yaitu mahasiswa, dosen didalam civitas akademis. Sedangkan perpustakaan sekolah akan berperan melayani siswa, guru yang ada pada lingkungan sekolah. Hal ini jelas berpengaruh terhadap strategi pelayanan dan pemenuhan produk perpustakaan yang akan digunakan untuk menarik pengguna untuk datang ke perpustakaan. Kelompok pengguna yang disebutkan diatas merupakan salah satu pengguna yang ditinjau dari jenis perpustakaan, sehingga konsep pengembangan pelayanan di perpustakaan menyesuaikan dengan lingkungan sekitar perpustakaan.

Perpustakaan menjadikan informasi sebagai salah satu produk perpustakaan yang akan dilayankan pada penggunanya. Informasi yang dimaksud disini adalah yang bersumber dari koleksi baik cetak maupun non cetak yang nantinya dapat dipinjam oleh pengguna untuk dibaca sehingga timbul knowledge transfer dari media ke pikiran pengguna. Permasalahan yang terjadi saat ini penyebaran informasi pada pengguna tidak merata sehingga hanya pengguna yang benar-benar intens datang ke perpustakaan saja yang mendapatkan jatah informasi lebih banyak daripada yang tidak pernah ke perpustakaan. Apalagi keberadaan internet menjadi salah satu tantangan tersendiri bagi perpustakaan karena pengguna perpustakaan akan lebih mudah beralih dan dampak lanjutannya mereka akan dapat dengan mudah melupakan keberadaan perpustakaan.

Dibutuhkan strategi untuk mengurangi migrasi pengguna perpustakaan ke internet praktis, oleh sebab itu pustakawan harus memahami tipe pengguna dalam pandangan perpustakaan terlebih dahulu supaya mampu mengklasifikasi pengguna mana yang harus diprioritaskan dan langkah apa yang akan digunakan untuk mempertahankan atau menarik kembali pengguna ke perpustakaan. Pengguna sendiri merupakan masyarakat yang heterogen sehingga antara satu dengan yang lainnya memiliki sikap dan karakter yang berbeda dalam hal menggunakan informasi. Menurut Pawit M Yusup (2009;330) menjelaskan jika kelompok masyarakat pengguna perpustakaan dibagi menjadi 2 tipe yaitu potential user (pengguna potensial) dan actual user (pengguna aktual).

Potential User, dikenal sebagai kelompok masyarakat atau pengguna yang belum pernah dilayani oleh perpustakaan, mereka juga belum pernah datang ke perpustakaan atau mungkin mereka tidak memiliki akses untuk datang ke perpustakaan karena sesuatu hal. Sementara Actual User merupakan kelompok masyarakat yang sudah datang ke perpustakaan dan sering memanfaatkan layanan yang ada di perpustakaan. Kedua tipe kelompok pengguna informasi perpustakaan ini jika diamati akan sangat sulit untuk menemukan dan menentukan siapa saja yang sudah pernah berkunjung ke perpustakaan karena untuk melihat satu per satu jumlah kunjungan pengguna ke perpustakaan akan sangat menyulitkan. Akan tetapi potential user memiliki spesifikasi tertentu dimana pengguna yang dimaksud dalam tipe ini adalah mereka yang memiliki kebutuhan khusus, artinya potential user menggolongkan beberapa jenis pengguna seperti difabel, gangguan psikologi (mental), dan lansia merupakan masyarakat yang perlu mendapatkan perhatian dari perpustakaan. Selain itu potential user juga mengalami pengembangan, dimana kelompok masyarakat yang dirasa perlu diperhatikan seperti narapidana, anak-anak yang masih dalam asuhan orang tua, masyarakat yang mempunyai kesibukan berlebih dalam pekerjaan dan masyarakat yang tinggal di daerah terpencil dengan akses yang sangat sulit di jangkau.

Dari dua tipe kelompok pengguna tersebut memang potential user memiliki perhatian khusus terutama bagi perpustakaan yang merupakan lembaga penyedia jasa informasi yang bergerak dibidang sosial. Kelompok-kelompok tersebut membutuhkan informasi sebagainya masyarakat lain yang dapat dengan mudah datang ke perpustakaan, oleh karena itu perpustakaan perlu menerapkan pengembangan strategi pelayanan yang mampu menjangkau potential user. Setiap perpustakaan pada masing-masing jenisnya memiliki potential user yang bisa saja berbeda namun secara kontekstual sama yaitu masyarakat yang berkebutuhan khusus.

Sumber:
Pawit M. Yusup. 2009. Ilmu Informasi, Komunikasi dan Kepustakaan. Jakarta : Bumi Aksara.

Sumber gambar:
https://www.housecheck.co.za/the-consumer-is-king/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *